white casual tops for prewedding

Hi world,

Hari Minggu kemarin, gw ngedate sama adik ipar dan kami punya satu misi….baju putih, either it’s a top or a dress. Buat apaan? kalau dia buat acara Natal kantornya sedangkan gw untuk prewed dan dindin after pemberkataan.

Gw jarang punya baju putih…well ada sih, tiga. Satu atasan, tank top dan satunya lagi kemeja *standar abis men*. Dididik sama nyokap, putih itu cepet kotor, jadi kalau ada warna lain, ya mending warna lain. ^^

Kami cari ke Lippo Mall Puri, karena kebetulan deket gereja (habis kebaktian cus ke mall). Sogo baru buka, ada Parkson juga Matahari, oh yes…lengkap pisan.

Pertama kami masuk SOGO, mumpung baru buka. Mereka adain promo voucher 100.000 dengan pembelian 500.000. Tokonya ya ampun dingin banget, mentang – mentang dalam rangka Natal. Mungkin mengangkat tema suasana Kutub Utara. #yakali

Brand pertama yang dicoba itu chic simple. Label diskonnya ga bikin hati berdegup, cuma 20%-30%.

 

CHIC SIMPLE

Chic Simple Top – 245K, White ripped jeans 525K, Dress 450K (abis situ kena diskon 20%). The jeans made my hips look like nicki minaj’s *sigh, pear shape bleber*

Muter – muter SOGO kelar, lanjut ke HnM. Sesuai dengan winter collection, HnM lagi banyak outerwear dan baju bahan yang tebel. Jadi pilihan white dress tuh minim.

IMG_2048

Fitting room, nice one eeh? 

 

HnM

Baju pertama…too sexy, tapi bahannya bagus, tebel-349K. Baju kedua…cakep, bisa bikin bentuk badan lebih langsing. Sayangnya bagian tangan kepanjangan di gw…dan karena itu sheer lace sebenernya, transparan lho badan kita haha. Gw ketolong pake nude bra aja-149K (kalau mau, harus pake daleman lagi. or yah kecuali anda pede.). Yang baju ketiga, peplum top. I love peplum! Cocok buat badan petite & menutupi si belly. Jatuhnya pas banget (size S), bahan lace nya keliatan elegant.- 249K. Tinggal pake statement necklace or brooch. Cuma bingung, bawahannya apa ya yang cocok ya guys? #peer.

Yaudah deh, gw beli peplum top nya…uda males muterin lippo mall gede gila, cape booow! Adik ipar beli dress chic simple. Menurut gw juga emang nice enough. Cuttingnya pas dan bahannya cukup tebel, ga “pamer”in daleman kita. Kemudian dia juga beli atasan HnM yang kedua tuh, “buat nonton DWP, ci”. anak muda masa kini, hahaha.

Kelar muterin mall, kami mijyiit. Nano PX *nyebrang jalan doang*. Ada yang suka mijit juga ga disini? Nano menurut kami sih, cukup enak. 115K untuk 90 menit full body massage. Pas dipijit punggung gw, bunyi kretek2 mulu…haha, ud pegel abis.

Setelah selesai dipijit, kita dapet minuman dan makanan complimentary, sepuasnya, ambil sendiri. Ada minuman air mineral, liang teh dingin, hot ginger dan sup jamur. Gw paling suka minuman hot gingernya, nyess banget ni tenggorokan, bisa nambah terus.

NANO

Sebelum mijit, kita dicuciin kakinya dulu sama mba therapist. Oiya, di Nano musiknya, lagu-lagu rohani. Enak dengerinnya, banyak versi instrumentalnya yang familiar di telinga kami.

 

Oiya, pasang foto ah sama adik ipar/ bridesmaid juga ahhh. Kita makan di Sukiya, (saingannya Yoshinoya kli yaa, beef rice bowl juga) – Miso soupnya enaak! we like it.

Sukiya.jpg

Paling ga bisa gw bergaya elegan, napa juga yaaa gw pamerin tu sumpit Sukiya?

 

Happy monday!

 

Indri

The lesser we know the healthy we will be

Life is better if you don’t know too much. This sentence maybe better for me right now, as I got upset about the vendor price package.

Last night, one of bride to be blogger said that she had a deal with the same vendor as mine, the same specification yet…with more good bonus and cheaper price. what?! I asked her, she replied it was the vendor promo package in the wedding exhibition, so she didn’t even made a negotiation.

HOW CAN? so kesel. How can a vendor set so much gap on the price with different customer, if the items were the same, d’uh?! me bo kam guan laaa.

Annoyed with this fact and i need to ask the vendor right away!

Soal jas Vertus

 

Good day! #upsetcatface

 

Indri

 

 

Wedding Shoe fixed

Hello world,

Ngomongin soal sepatu wedding, sebenernya impian gw itu simpel, sepatu putih atau merah yang haknya tinggi dengan tali di bagian belakang. ga perlu extravagant dengan lace atau payet manik manik.

Suka sih sepatu yang lace dengan payet segala. Tapi abis wedding, mau dipake ke mana lagi? Gw merasa sayang aja kalau beli mahal-mahal, tapi dipake sekali doank. So, target gw adalah mencari sepatu yang bisa dipake untuk beberapa kali.

 

Jimmy-Choo-Fairy-satin-platform-sandals-1

jimmy choo…gw ga mau search harganya juga sih, takut shocked.

Wedding-Shoes-Charlotte-Olympia

S1040410I_101

Kate Spade Satin Grano Heels

 

Jimmy Choo, Charlotte Olympia dan Kate Spade, 3 brand sepatu yang bikin gw hanya menatap nanar kalau lewat tokonya *idung kembang kempis*

Oiya, sebenernya gw juga suka brand sepatu lokal, Niluh Djelantik. Ever heard of her? Dia ini wanita hebat asal Bali, tapi begitu rendah hati yang hasil karyanya sampai dipakai artis kondang hollywood. Mbak Niluh bisa bikin sepatu sesuai bentuk kaki kita, diukur di kertas dahulu…100% handmade.

Screen Shot 2015-11-23 at 2.25.30 PM

From her instagram

Sita Woven Niluh D

Sita Woven, you can customise the color as your request.

Tapi yaah, harganya diatas 2 juta…nguks. someday yah, someday. Gw dari dulu jatuh cinta sama Sita Woven, menurut gw motif anyaman itu Indonesia sekali, simple yet unique.

Kalau sudah dirunut begini, kelihatan langsung yah selera sepatu gw kya apaan. haha. Kita bisa lho baca karakter orang dari sepatunya, jadi gw ini simpel yet unique *dilempar sendal*

Laluuu, wedding shoe gw kaya apaan? Percaya atau tidak, gw beli di retail shop biasa…Rotelli.

Brand dari Italy ini menurut gw, worth value sekali. Dulu gw punya  heels Rotelli juga, gw pakai untuk jadi bridesmaid seharian. Lecet pas ud malem doank…jadi menurut gw, Rotelli adalah brand yang dicintai oleh kakikuw.

Gw ud punya feeling sih, sepatu wedding gw tuh bakalan ready stock shoes, secara dah tinggal 3 minggu lagi, mana mungkin keburu juga bikin segala.

IMG_1833

Papan yang bikin cewe – cewe sigap dan cekatan

Pas ngajak masuk tokonya, lagi SALE! aaakh *kembali hidung kembang kempis, napsu membeli membara*

Buni ud berpesan, “kalau ada yang kamu suka, langsung beli aja ya.” dia ngomong gitu setelah kami sudah wara wiri beberapa mall dalam sepekan terakhir dan gw masi belum menemukan jodoh untuk kakiku.

IMG_1835

12 cm heels for SALE…599rb

WOOW kaan? gw coba donk, baguuus deh. Nyaman banget! Ada dua warna, putih dan taupe. Namun warna putihnya habissss….huee. Sisa display doank, dan yang di display, kotor. Kata mbaknya, bahan satin kalau kotor susah dibersihkan *deuh, pasti dia bukan marketing, jujur abis nih, padam hasrat gw untuk beli*

Apakah gw menyerah? Well, i won’t give up…on us…even if the skies get rough *karaoke lagi*

IMG_1834

Ini juga sale, lupa harganya. cantik juga, cuma gw males ada aksen bulu – bulu ayam.

IMG_1842

So, eike pulang dengan si Taupe heels, size 37.  

 

Memang bukan sepatu impian gw, tapi gw cukup bahagia. Terlebih karena intinya, gw bisa punya sepatu keren nan nyaman under 1 mio, BELOW my shoes budget and i can wear them more than once.

Buni, you should proud of your future wife, *dongak*

IMG_1868

From 1.399.000 to 599.000 *smirk*

 

Oiya, sebenernya gw dapet pinjeman sepatu Donamici dari temen gw. Gw tipe yang seneng – seneng aja dapet pinjeman, ga tersinggung sama sekali. Ada kan, orang yang malah suka tersinggung kalau dipinjemin barang, masalah harga diri katanya. Apa artinya gw mureee? hahaha.

Beberapa temen nawarin (salah satunya silent reader) barang yang mereka punya, supaya gw bisa pinjem pake, for free. Reaksi gw justru terharu, kok bisa ya mereka kepikiran mau bantu gw.

 

IMG_1866

donamici yang gold bawah, cantik kan? aga kegedean sebenernya tapi anehnya pas gw pakai jalan, nyaman nyaman aja. So, gw kepikir bisa dipakai untuk pemberkatan. Lalu Rotelli untuk resepsi tahun depan.

Intinya sih, kini kakiku tak lagi sendu, kini kakiku terus merindu memakai sepatu baru di hari aku bertukar janji dengan jodohku.

tarak dung cezz…cezzz….cezz.

 

Don’t forget to say “milaavyuu” to your boo,

Indri

 

Buka – bukaan sama Pendeta

Good day, world!

Apah? buka bukaan apa iniih?

Hehe, salah satu syarat pernikahan di GBI itu ada konseling pribadi dengan pendeta yang akan memberkati kami, Koko Andy Tjokro.

Konseling ini tujuannya untuk mengkaji lebih dalam, empat topik paling sensitif dari pasangan: sifat si pasangan, keluarga, ekonomi dan seks. uww ada seks….okay, nanti dulu. *nyengir sok malu malu*

Makanya kenapa gw sebut buka – bukaan? ya karena kami jadi cerita semua pertanyaan yang diajukan oleh Ko Andy.

Kami janjian 19 November kemarin di apartemen Koko – Senayan City, jam 14:00. Dengan suasana santai, persis seperti lagi bertamu saja. Santai tapi kami berdua aga – aga gimanaaa gitu, haha.

Maklum, kami berdua kan belum pernah, *hellaw*. Sebelumnya kami berdua berembuk pake ngejokes dulu di starbucks senayan city, “kira – kira gimana yaa kita jawabnya?”

Konon, konseling dengan pendeta, bisa sampai 4 jam! Bahkan bisa juga pendeta akan mengusulkan agar pernikahan ditunda, menghimbau capengnya mikir ulang…makanya kami jadi gimanaa gitu. Tapi kata Christy & Nathalie *temen gereja buni, WO kami juga*, tenang aja, ga akan lama, waktu mereka konseling aja, cepet banget.

Saat duduk bertiga, Ko Andy pake ipad donk, ternyata list pertanyaannya sudah ada. Macam survey kli yah, sudah ada list gitu. Kami ditanya dan diminta cerita aja sejujur – jujurnya, persis ngobrol – ngobrol dengan teman.

Ko Andy dalam kata pembukanya juga bilang, dia punya kode etik konsultan, yang ga akan membocorkan cerita – cerita kami

Konselingnya berlangsung 2 jam saja, sehabis itu, dia mendoakan kami, lega banget sehabis doa itu.Bener – bener seperti ada beban berat keangkat.

Ko Andy juga gaul banget, ngejokes dan bikin kami relax. Dia tetep wanti – wanti, “indri jangan sampai hamil sampai Mei depan. Pake kondom!”, kami tergelak.

Dia kasi banyak tips soal pernikahan dan note buat buni, “Jangan ungkit – ungkit lagi masalah masa lalu. Untuk persiapan pernikahan, itu umumnya adalah impian perempuan, jadi biarlah keputusan soal persiapan pernikahan, let her decide, bro.” catet itu buni, catet.

Oiya, dalam mobil saat perjalanan pulang,  buni nanya, “Buni, kalau misalnya nih, Tuhan ga kasih kita punya anak, kamu gimana?”

Gw jawab, “Terserah kamu, kamu maunya gimana? Kalau menurut aku, kyanya sih aku akan sedih tapi ga akan kepikiran untuk sampai tahap bayi tabung segala…mahal. Yang penting aku tetep sama kamu, teman hidup bersama.” *beneran kan, bayi tabung mahal*

Jawaban dia, aseli bikin terharu, “Aku juga ga segitunya banget untuk harus punya anak, yang penting kita hepi hepi aja berdua, live life to the fullest. Aku akan menerima kamu apa adanya.” Gw membenamkan kepala ke pelukannya lalu tersenyum, betapa Tuhan Yesus amat baik.

Yang gw pikirin lebih ke arah, “apa kata dunia yah? Apa kata keluarga? pasangan suami istri, ga punya anak?”, dunia ini keras, semua orang bisa mudahnya ngejudge dan nyinyir. Single aja dinyinyirin, apalagi ga bisa punya keturunan.

Well, kami juga ga tahu ke depannya. Kalau dikaruniai buah hati, ya Puji Tuhan, kalau ngga, harus tetap bersyukur. Lagian, gw suka setuju juga sama pendapat banyak orang, “bumi sudah penuh.”

But, for now I’m knowing for sure, I have found my other half.

 

Matius 6:34 “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Happy lunch time!

 

Indri

 

 

 

 

 

 

 

Fast forward our marriage date

The shocking news!

Dimana seharusnya Mei 2016 kami bertukar janji seumur hidup, akhirnya menjadi Desember 2015 ini. Which is next month! Sabtu, 12 Desember 2015.

Yap sodara – sodara, kami merid bulan depan. Why? number one reasonnya, karena kondisi nyokap yang masih belum pasti progress kesembuhannya. Jadi beliau request supaya holy matrimonynya saja diadakan tahun ini.

Jangan foto di Adorama, mendingan di tempat foto biasa saja. Ni kami terpaksa ud buru-buru harus submit ke gereja. Harganya 140 ribu! Mr. Buni shocked pas bayar, haha.

Jangan foto di Adorama, mendingan di tempat foto biasa saja. ini kami terpaksa uda buru-buru harus submit ke gereja. Harganya 140 ribu! Mr. Buni shocked pas bayar, haha.

Mama mertua sama buni yang awalnya enggan menikah tahun 2015, malah yang ikut mendukung ide soal “mendadak nikah” ini.

Antara excited dengan stress campur aduk karena banyak yang belum rampung disiapin, dan tentu saja…budgetnya bengkak! Yah, ini sudah tak bisa dielakkan, apa mau dikata.

Selama November ini drama pencarian gereja yang available untuk pemberkatan saja, susah banget. dari GBI Gandaria City ke GBI Senayan city, GBI Emporium Pluit, GBI Slipi…sampai akhirnya, dapat di GBI Tampak Siring Kelapa Gading, which, justru deket dari rumah keluargaku di Sunter. terima kasih juga untuk bantuan orang sekretariat ( Ci Anne, Pak Jockie) masing – masing cabang yang baik nan proaktif dalam membantu kami.

Gaun pengantin, gw minjem! iya, haha. Nadia merelakan gaun pengantin miliknya dipakai sama gw waktu pemberkatan pernikahan *muah muah hot mommy*, cuma sekarang gw lagi bingung, perlu pettycoat yang lapisan rok tutu tebel supaya gaunnya lebih berbentuk A line & hairpiece.

mau cari pettycoat tanpa "hulahop" yang biasa bikin gaun keliatan ada patahannya.

mau cari pettycoat tanpa “hulahop” yang biasa bikin gaun keliatan ada patahannya.

Wedding ring, jas, sudah dalam proses pembuatan, semuanya akhir November dijanjikan selesai.

Bride shoes & Groom shoes? beloom.

Dekor gereja? gatau jugaaa.

Make up? hire Melissa lagi aja, gausa pusing.

Undangan? belom bikin donk.

Suvenir? belom kasi percetakan juga.

WO? baru mau meeting besok di IKEA *sekalian cuci mata*

Hotel hari H? book Grand Whiz hotel saja pas di sebrang gereja.

Nasi box? tetoot, tapi rencana mau pesen Ny. Hendrawan saja 220 kotak.

Paper Bag untuk nasi box? *mulai ngeblank*

Janji Nikah? menurut gw, versi GBI terlalu Alkitabiah, gw ud request sama buni, minta tambahin aja. Tapi buni nantang balik, “nanti kamu bisa hapalin ga, buni?” err, well…que sera sera, whatever will be will be *karaoke lagi*

Dokumen sudah almost rampung, yang masih kurang sertifikat BPN, karena kebetulan kami juga absen satu sesi…jadi bagian sekretariat bilang gapapa disusulkan saja, yang penting masuk daftar data gereja.

Masuk grup chat wedding blogger & baca blog capeng lain membantu banget juga dalam menjawab kebingungan. Seperti Mrs. Heidy yang bisa kasih info tempat jahit baju di Mangga Dua – King yang ga bikin dompet kuyus.

Berkat Mrs. Heidy yang infoin tempat menjahit baju pesta di Mangga Dua. 2 minggu bisa jadi! Disini bikin baju untuk mama mertua

Berkat Mrs. Heidy yang infoin tempat menjahit baju pesta di Mangga Dua. 2 minggu bisa jadi! Disini bikin baju untuk mama mertua

Banyak modelnya, bisa belly ready stock lalu dialter. Atau bawa model (foto) sendiri nanti mereka bisa jahitkan.

Banyak modelnya, bisa belly ready stock lalu dialter. Atau bawa model (foto) sendiri nanti mereka bisa jahitkan.

Info tempat ini dari Dayenna (sesama capeng central resto) & blog Nie juga, toko sebelah UD Makmur di Pasar pagi Mangga Dua. printilan wedding bisa beli dimari.

Info tempat ini dari Dayenna (sesama capeng central resto) & blog Nie juga, toko sebelah UD Makmur di Pasar pagi Mangga Dua. printilan wedding bisa beli dimari. dari boneka, kotak angpao sampai balon kain meteran!

Toko - toko baju pesta di Mangga Dua itu, nyegerin mata banget! Ini La Demoiselle juga cantik2 bajunya.

Toko – toko baju pesta di Mangga Dua itu, nyegerin mata banget! Ini La Demoiselle juga cantik2 bajunya.

Di lantai 3 sederet baju pesta, baju pengantin, bridesmaid dress juga ada.

Di lantai 3 sederet toko menawarkan baju pesta, baju pengantin, bridesmaid dress juga ada.

Bikin HB kemungkinan besar disini, deket juga dari rumah dan harganya lebih miring dari florist.

Bikin HB kemungkinan besar disini, deket juga dari rumah dan harganya lebih miring dari florist.

Hasil berburu ke Mangga Dua. Beli long torso merk Sorex, biar nahan perut bawah ga kemana mana sekalian. haha

Hasil berburu ke Mangga Dua. Beli long torso merk Sorex, biar nahan perut bawah ga kemana mana sekalian. haha

Less than a month to go actually…inhale exhale. Tadi, sebelum buni berangkat kembali ke rumah *sesorean d rumah gw*, kami berdua membahas soal apa lagi yang perlu disiapkan. Kemudian kami berbagi tugas.

Gw menghela nafas panjang, “banyak banget ya buni, pusing.” “iya, apa ga jadi aja 12 desember?” dengan muka datar. Lalu kami bertatapan beberapa detik, bikin muka manyun dan langsung ketawa terbahak – bahak. Yah, kami mentertawakan kepusingan kami, sama – sama mengerti berdua sudah cape. Tapi justru disini serunya, bukan? ala chitato, life is never flat.

Oiya, reaksi temen – temen gw malah ga selebai yang gw kira, sampe shock segimananya. Justru mereka semua mendukung keputusan ini. Satu – satunya yang masi mempertanyakan soal dipercepat ini, ya pak pendeta, “kamu bukannya karena hamil kan?”

Good night world, God bless you,

Indri

Wedding Preparation Update ala gado – gado

Morning World,

Since, waktunya makin mepfeet….6months to go, mendingan gw langsung campur aja deh apa aja yang kami *so far* ud fixed yah:

first, MUA bride and groom = Alexa Melissa

Kenal sama Melissa, karena temen, si diani. Diani pake dan super suka sama hasil makeup si melissa ini. Akhirnya gw coba aja make up party sama Melissa, untuk pergi ke kondangan. Harga make up party + hair do nya 550rb, tapi dikorting menjadi 500rb, karena gw mau dateng ke rumah dia aja di area Kelapa Gading.

abis make up, difoto terus, berasa artis 5 menit *ahak*

Melissa ini ramah banget and so chatty….haha. Tapi yah, gw si merasa sih, kalau anak – anak muda masa kini, super talkative *in a good way of course*. Melissa juga sempet kerja di Catherine bridal selama 3 tahun dan dari portfolio instagramnya, hampir semuanya gw suka.

Pas gw pulang ke rumah, nyokap lihat dandanan gw dan dia bilang bagus. Gw share fotonya ke temen – teman, mostly bilang suka. Sampe mereka kasi lihat ke para suami mereka, haha. Dan thankfully, the guys juga bilang bagus, pheeew. Komen Buni? dia cuma komen lashesnya jangan lebay begitu. Kami juga setuju, hairdo partynya, ga terlalu bagus, tapi yaah rapih enough *gw datang telat dari waktu appointment, so maybe ngaruh ngejer waktu juga*. Group chat wedding blogger juga semua komen positip dan bilang harganya so makes sense.

Melissa's PL 2015

Melissa’s PL 2015

So, gw deal aja dengan Melissa untuk jadi MUA wedding day kami (bride & groom).

Untuk Mom’s & bridesmaid gimana Ndri? nah situ dia, pffft. Belom fix donk, sampe sekarang! Nyokap sih, sudah kesengsem sama satu MUA, dikarenakan ni MUA pacarnya anak temen nyokap, haha.

Portfolionya keren sih. Harganya berapa? belom tahu, tapi gw ud jiper duluan lihat angka followersnya. Semoga aja dapet diskon via temen mama, haha. Tar kalau bener pake dia, baru deh gw post lagi.


Second, Wedding Organizer = Click team from GBI friends

Jadi buni ini sering jadi part of the Team WO yang isinya temen – temen gereja. Mereka suka bantuin teman – teman yang mau melaksanakan pernikahan dan amazingly…mereka ga terima bayaran. whaat? he eh…ga salah baca. Gw aja pertama denger membelalak, “yang bener buni? masa kerja ga dibayar?!” trus si buni bilang, dari awal mereka emang ga pernah pasang tarif, ketua tim nya aja kalau dikasi duit, langsung nolak. Jadi sukarela capeng aja mau kasih berapa…omoo, ckckck. kya tagline Dcost jadinya. “makan sepuasnya, bayar suka – suka.”

Beberapa minggu yang lalu sih, gw sempet ikut mereka organizing their friend’s wedding di Segarra Ancol. Gw ikut Technical Meeting sampai bantu jaga pos angpao pas hari H *pos paling crucial nih!* dan menurut gw, kinerja mereka oke banget. Well, walau ada beberapa minus…cuma yah, gretongan gitu lhoo, dari teman dan untuk teman! bersyukur saja.

Kami sih sudah sepakat untuk angpao in mereka dan setiap meeting, makan – makan, kami yang bayarin semua. Lagipula, acara kami ga megah atau banyak acara kok *malah emang cuma makan – makan tok, LOL*, gw yakin mereka sanggup perform bagus.


Third, wedding invitation & souvenir design = ourself

Desainnya semua sudah suka, sudah okee….yeaay!! Kami pakai satu bahasa Inggris aja, simpel. Sudah bisa dikasih filenya ke pihak weddingku & offset printing langganan habis revisi sedikiiit lagi ^^


Four, wedding color scheme = navy and maroon red

Drama soal color scheme ini puanjang..intinya semua sudah nerimo, titik.

IMG_1102

IMG_1103


Five, prewed studio = thehousestudio

Prewed kan sudah sepaket dari bridal, tinggal mau lokasinya dimana. Kalau luar kota atau bahkan luar pulau, kami coret dari list karena ga rela nambah minimum 3.5 juta untuk biaya tiket dan akomodasi team foto prewed *mending buat kami beli paket honeymoon*. Jadi prefer indoor studio aja, praktis! Liat dari instagram, @thehousestudio ini punya background yang menurut gw belum pasaran. karena masih terhitung studio baru juga.

sukaaa sama background beginii. gausa jauh - jauh ke santorini buat foto di pintu biru *emang ga sanggup LOL*

sukaaa sama background beginii. gausa jauh – jauh ke santorini buat foto di pintu biru *emang ga sanggup LOL*, ada background tema Natal lho, cucok buat foto keluarga juga.

Sudah pernah ke lokasi (sebelumnya buat appointment) untuk survey dan suka. Kami ga kepikir buang waktu survey lihat studio lain (mengingat gw juga harus nemenin nyokap di rumah). ownernya Ery, ramah, cantik pula….masi dede bening! Sewa 4 jam kena charge 700.000 (weekend nambah 200 ribu) tanpa batasan pilih background! mau jumpalitan, koprol, foto tiap sudut rumah juga boleh! *batin narsis kami bergejolak*

Sudah deh, tinggal fix the date kapan mau prewed foto *deuh, harus kontek bridal deh, mayess* Paling antara Mid Dec atau Januari 2016 aja.


prewed outdoor = @stefanusalvie

Nambah satu lagi boleh prewed outdoor, karena kebetulan temen gw ini, alumni DKV binus, hobi motret dan mau coba menceburkan diri dalam dunia foto wedding. Gw ditawarin, “mau ga gw fotoin…gratis?”….APAAH, GRATIIIS? itu sudah tentu retoric question, kami pun iyain tawarannya dengan senyum pepsodent. Cuma belum sempet meeting sama dia nih, huhuhu.


six, ring box = sankyuu.giftshop

Habis lihat Nie order sankyuu ini, gw kepengen. Lalu Nadia juga dulu pernah order box sankyuu, dia bilang murah *yang ini ga valid haha* dan bagus. gw makin kepengen jadinya. Harganya mehong guys, gw harus pake sesengukan dulu baru buni ijinin beli ^^. Bahkan, gw ga order artifical flower arrangementnya, mungut bunga di pasar rawa belong aja deh haha. Gw desain sendiri cover dan bagian dalamnya, biar satu tema dengan wedding invitation (tar kalau semua sudah lengkap, difoto bareng other items jadi satu konsep, cantik!).

gw hanya order box A + image inside + ring pillow; kalau box mau warna putih tambah charge 25.000

gw hanya order box A + image inside + ring pillow; kalau box mau warna putih tambah charge 25.000


seven, dokumen PM1, N1, N2 N4 dari kelurahan

Oh ini gw sampe cardio naik sepeda bolak balik ke rumah pak RT sama pak RW, buat ngurus sendiri kertas ajaib ini *ajaib lah, klo ga ada ni kertas, kita ga bole kewong!*

Pak RT gw yang baik hati ^^

Pak RT gw yang baik hati ^^ gw dateng kesana lupaaa namanya! haha, abis itu baru sms bokap, “siapa yah Pa namanya?” gw contoh warga tak teladan nih.

Tapi gw males ke kelurahan *jauh dan jalannya sempiiit, klo nyetir mobil, akyuu cemas*, buat urus dokumen PM1. Bayar 50 ribu aja ke asisten RW, minta tolong dia deh yang ke kelurahan, besoknya, gw ke RW lagi, taraa…beres! Buni lebih hebat lagi, dia pure urus sendiri, bahkan sampai ke kecamatan…no bayar no tipu- tipu, tepuk tangan untuk kinerja pegawai pemerintah yang keren nan jujur.

Oiya, jangan lupa fotokopi semua dokumen, jaga – jaga. Karena Pak RT juga minta kopiannya untuk dia simpen. Gereja akan minta. Gw scan juga, jadi punya softcopynya.

Syarat Pengantar Nikah

Kecamatan:

  • fotokopi KTP & KK
  • Asli & fotokopi PM1, N1, N2, N4
  • Fotokopi pernyataan belum nikah
  • Asli surat pernyataan orangtua/ wali

Catatan Sipil: Berkas kedua calon mempelai

  • Fotokopi KTP, KK & Akta Lahir (gw sampe fotokopi 10x)
  • Asli pengantar Nikah dari Kelurahan
  • Asli surat penyataan belum nikah
  • Fotokopi surat nikah gereja
  • Foto berdampingan background mere 4×6, 4 lembar
  • legalisir KTP & KK (dicap pak Lurah).

Eight, photo video liputan our wedding day = @clovernesia, @rpradhana, @suna92

Punya temen – temen desainer dan fotografer itu membantu banget. Ketiga orang ini temen alumni DKV Binus juga dan mereka sudah pengalaman banget dalam dunia fotografi & videografi…dua dari tiga orang ini malah dosen Binus.

2 fotografer dan 1 videografer for our wedding day, yay! Harganya harga bestie, murce, tapi memang ga diretouch fotonya, ga pake dibuatin album.

Semuanya nanti gw urus sendiri kalau mau dicetak atau bikin album. Hanya video saja yang diedit. Cukuplah, gw juga ga prefer album segede gaban sampe dibikin jadi koper segala. Menurut gw malah buang – buang tempat, ga bakal diliat saban hari. Tar kalau sudah punya anak, album wedding pasti ga penting lagi, maunya album baby semua > ini testimoni semua hot momma sekeliling gw.


Apalagi yah, hmmm…so far, kami ada jadwal konseling pribadi dengan Pendeta Andy Tjokro, gembala sidang GBI Gandaria City.

Trus, harusnya sih props prewed! Sudah ada bayangan konsep prewednya bagaimana, tapi propsnya sepertinya perlu ke Asemka, Mangga dua serta DIY.

Next post, gonna be a shocking news. But again, life is a rollercoaster, just gotta ride it *karaoke*.

have a good brunch time, world,

Indri

Wedding Ring Fixed

Hello World,

Untuk wedding ring ini, gw sama buni tuh lamaaa dan banyak adu argumen terus. Karena bingung mau sama yang mana vendor wedding ringnya. Dengan budget 10 juta sepasang, bisa ga sih dapet yang bagus untuk kami?

Bayangan wedding ring impian gw awalnya yang simpel, kecil, emas kuning. Klo yang skrg ngetren kan BVLG itu tuh, gw malah ga suka.

so pretty, tapi kata buni ga kya wedding ring. >_<

so pretty, tapi kata buni ga kya wedding ring. >_<

Kandidat kami tuh ada 3:

pertama, supplier cincin/ perhiasan untuk toko di Jakarta. Gw ga bisa kasi namanya, karena top secret ya *ceilee*, dia bisa kasih harga miring banget dari harga jual wedding ring di toko toko terkemuka Jakarta. Tapi model yang gw suka, buni ga suka. Trus kalau kami suka, harganya mahal….huu.

kiss ring, kalau disatuin dari samping keliatan ada bentuk "heart" nya, aaa...daku naksir!

kiss ring, kalau disatuin dari samping keliatan ada bentuk “heart” nya, aaa…daku naksir!


Kedua, retail jewellry store: swan jewellry di TA, adelle di Lippo Mall Puri, The Palace, Mondial, Frank n Co, you name it…we went to those store. Ga bole foto, kecuali toko yang sangat baik namun ampun dj mahalnya, Frank n Co.

Kami suka satu model di Frank n Co, total sepasang 22 juta sekian sajah, haha.

classic elegant...timeless deh model begini. ini Buni yang demen sebenernya, gw? yaaah, so so. Manis sih, tp ga sampe gimana gitu.

classic elegant…timeless deh model begini. ini Buni yang demen sebenernya, gw? yaaah, so so. Manis sih, tp ga sampe gimana gitu.


Ketiga, kami datengin tiga toko perhiasan di Artha Gading. Toko Suka Hati, Soulmate dan Happy. Dari ketiga ini, yang paling aneh si toko Happy, engkonya malah bilang, “hah ngapain cari cincin kawin sekarang, nikahnya tahun depan kan? tar tar ajaa.” sambil terkekeh. Kami jadi ikutan ketawa trus pamit sambil mengernyit, “ya kan misalnya mau beli, bole keleus.”

Untuk Toko Suka Hati, pertama datang jiper mampus, ini toko temennya temen gw sih, jadi gw kenal ownernya. Tokonya mewah banget guys, shiny and glamourous sama kilauan perhiasan! tapi si owner – Roy, baik n ramah ajak ngobrol kita sambil tetep cela – celaan khas dia, “oh ada juga yang terjebak mau sama lu Ndri?”, *kutukupret*. hahaha, tapi yaaah, becandaan kita ud biasa kya gini.

Dari Toko suka suka ini, ready stocknya ga ada yang kami suka. Tapi Roy bilang bisa customize as per request. Pas kami kasih foto cincin desain Frank n Co, dia langsung “bisaaa, gampang ini maah.” *gaya abis lu sob* dan pas dikasitahu estimasi harganya, masuk budget kami sebenernya.

Namun…si buni donk, terpagut dengan pesona kokoh di Soulmate. Kalau melihat review di weddingku bahkan temen – temen, soulmate nih recommended banget. Tapi entah ya, sebenernya gw ga suka style snob si kokoh Charly, banyak presentasi kyanya dia keren banget, bisa 3D segala, malah bikin gw ilfil. Lalu ada review di WK, kalau cincinnya mudah kusam. Tapi rupanya buni keukeuh maunya sama soulmate. hiizh, gw dari kesel banget sampe akhirnya legowo, “yaudah lah kita bikin di soulmate aja.” Since, harganya juga more or less sama dengan yang lain. Gw juga melihat hasil akhirnya dari desain – desain di Soulmate, cemerlang diamondnya… “perfect cut” klo kata kokoh.

So yah, kami sudah DP 30% ke soulmate artha dan we will see the result next month. Desainnya mirip sama si classic elegant tadi dengan princess cut diamond. Gw juga minta ketebalan cincin gw 3mm aja, ga mau tebel- tebel. Dengan diameter jari gw 10 dan buni 20.

Kami mau *gw si yang keukeuh* bedain tone warna luar dan dalam. Since gw sebenernya kepengen rose gold, tp buni ga cocok.

Kami mau *gw si yang keukeuh* bedain tone warna luar dan dalam. Since gw sebenernya kepengen rose gold, tp buni ga cocok.

Untuk grafirnya, boleh pas jadi aja, bisa ditunggu. Grafirnya apa yah guys, yang ga pasaran? what’s your signature wording in your wedding ring?

Aduh gw masi banyak utang post nih, *lemes*

Indri