Aurora Florist review

Hello World,

Gw suka banget bunga dan keukeuh mau ada rangkaian bunga di ranjang kamar pengantin. Jadi memang sengaja cari – cari ke rawa belong yang terkenal penjualan pusat bunga segar dengan segala asesorisnya.

Muter – muter Rawa Belong enaknya pas pagi, atau kalau kalian niatin subuh, karena  walaupun kawasan Rawa Belong buka 24 jam, justru start dari tengah malam itu jam stok bunga – bunga dari daerah sampai di Rawa Belong. Gw sendiri baru 2 kali kesana dan menurut gw si kalau memang seneng bunga, this is your “candy shop”.

IMG_4461.jpg

 

IMG_4474.jpg

Ga enaknya, jalanan becek. Semua pada bolak balik ambil air buat bunga seger sih.

IMG_4470.jpg

IMG_4468.jpg

Nyenengin banget lihat red tone begini!

IMG_4465.jpg

Kami pilih Aurora florist, karena gereja Mr. Bunny pernah beli dan katanya sih oke. Disana kami deal dengan Mba Muna, yang ramah dan ngomongnya nyeplas nyeplos. Dia langsung ga pake ba bi bu, “oh bunga ranjang itu namanya, bisa kok!”

Gw cuma kasih satu gambar referensi dan minta kombinasi merah sama pink, mba Muna nya kasih saran kombinasi bunga paling bagus itu roses, lilies dan carnation. Dia juga ngingetin akan ada penambahan biaya kirim ke tempat tujuan. Kami si setuju aja daripada nambah ribet, gw request dikirim jam 6 pagi ke hotel Grand Mercure Harmoni.

Bunga Ranjang Rawa Belong_littlemissindri.jpg

Tadaa….dikirim on time dan perfect! Suka pake banget.

 

Grand Mercure Harmoni room

Gw demen deh warna – warna vibrant dan hangat, especially merah karena langsung bikin suasana keseluruhan “meriah”. Bayangin kalau warna bunganya pastel semua, difoto jadi pucat.

 

Aurora Florist

Jl. Raya Sulaiman Blok A No. 13

Rawa Belong, Jakarta Barat 11540

Contact Person: Mba Muna 0821 3838 9988 (WA)

aurora_flowershop@live.com

 

Have a blooming day,

 

Indri

Central Tomang Review: Food

Hi world!

 

Kali ini mau bahas soal paket makanan Central Resto. Kalau kami kan deal buat Gold Package – Function Hall Lt. 1, gw jabarin lagi aja deh apa saja.

Print

 

Paling stand out itu jumlah kambing….ENAM ekor. Haha, alasannya adalah bokap gw. Bokap selalu wanti wanti resepsi makanan ga boleh kurang. Terutama, si kambing gulingnya, harus enak, bawang merahnya banyak, cabe rawit banyak, kecapnya juga harus enak dan jangan sampai abis cuma dalam setengah jam.

 

Bokap paling bete kalau datang kondangan, antri pondokan kambing guling panjang – panjang, terus abis…KZL. Atau kalaupun dapet jatah, dagingnya keras kaya karet trus bawang merah abis….KZL.

 

Dia ga perduli lihat resepsi dengan wedding entrance pakai 100 penari, ga perduli dekor ada kolam angsa sama chandelier Kristal, ga perduli wedding cakenya bisa setinggi cita-cita, ataupun gaun pengantinnya cantik berekor 5 meter karya desainer kondang yang harganya bisa buat bayar pesta kami….bodo amat. Selama kambing guling yang disajikan ga enak atau kehabisan…. bokap langsung ngecap resepsi itu ga ok.

 

Pas jam 11:00, ketika masih pada acara foto keluarga session, bokap gw donk, bisa sampai 3 kali bolak balik samperin pondokan kambing guling. Padahal gw ud kasitau akan dicek oleh kapten Central saja sama WO.

 

Bokap jadi supervisor dadakan, pake protes langsung ke mas dan mbak waiter pondokan kambing, kenapa bawang merah sama kecapnya sedikit. Akhirnya setelah di QC in bolak balik sama bokap gw, pondokan kambing guling pun sukses berat. Semua temennya memuji, keluarga besar juga suka dan bahkan sampe jam setengah 2 siang, pondokan kambing masih belum ditutup, lengkap sama kecap, cabe rawit dan bawang merahnya hahaha. Melihat bokap hepi, sempet nyuapin daging kambing buat gw, “enak kan?” gw ikut hepi lah.

 

Untuk rasa snow ice, ada pilihan taro, coconut, coklat dan strawberry. Boleh mix rasa, tapi akhirnya kami pilih 1 rasa saja – coconut. Dengan pertimbangan, kalau ada banyak rasa, 1 tamu bisa aja ambil dua kali karena “pengen cobain rasa lain”, abis itu ga suka…abis itu digeletakkin gitu aja, huhuhu.

 

Bebek panggang yang tersohor itu, kami ga sempet cobain. Sudah habis dalam sekejap. Dari gratisan Central 60 porsi, kami ga jadiin pondokan dan ga nambah porsinya pula. Pertama mahal, trus kalau cuma dikit, nyempit nyempitin area aja. Akhirnya kami putuskan bebek dijadikan menu di dalam mini buffet keluarga saja, eksklusip.

bebek panggang central tomang.jpg

menu bebek panggang hanya ada di mini buffet keluarga


 

Untuk pilihan menunya, yang kami pilih:

  1. Mie goreng
  2. sup asparagus ayam > dijadikan pondokan
  3. brokoli cah ayam
  4. ikan saos rujak
  5. sapi lada hitam
  6. ayam kungpaw.

 


 

Ikan saos rujaknya tuh menu baru, jadi dalam list menu buffet belum ada. Cuma kami cobain pas terakhir datang di pameran wedding JCC dan enak! Ternyata pas hari H enak bangeeet, bahkan menurut gw lebih enak daripada sapi lada hitam. Rasanya asem manis, ada serutan mangga mudanya, makanya jadi seger dan gurih. Ikan kakap digoreng renyah namun begitu digigit dagingnya lembut dan ga amis sama sekali. Gw rekomen menu ini untuk para capeng Central pilih yaa.

 

Jam 14:00 acara selesai dan apa yang gw lakukan pertama kali? Gw ngantri makanan buffet, pemirsah. Laper banget, sumpah. Gw misah sama Mr. Bunny (kalo laper, suami aja dilupain) yang mingle sama temen2nya, langsung ambil piring dan ambil semua menu tanpa jaim sebelum diberesin semua sama waiters. Sampe temen – temen gw pada ketawain karena porsi yang gw ambil banyak banget dan gw sanggup habisin, sebodo deh sama lipstick dan pencitraan….hahaha. Makanya kenapa gw bisa tahu, semua menu buffet acara kami enak, karena gw ikutan makan semuanya. Untung ga didokumentasikan!

 

Untuk undangan pesta kami totalnya 450 undangan. Tapi yang dateng cuma 450 orang…jadi pesta kami longgar banget (tahu gitu, gw lebihin aja sampe 500 undangan, mana ngira yaa). Alhasil, piring masih sisa, makanan tengah sisa banyak. Pondokan yang masih sisa dimsum (bola kacang merah) dan sup asparagus (pada bilang rasanya std abis..pantesan masih sisa).

Yang kami amazed juga, kami beli anggur autumn royal 45 kilo sendiri kan buat tambahan di area buah. Habis juga lho! Gw kepengen banget bawa pulang karena enak, tapi tak bersisa. Keluarga sih sudah curigation di”korting” pihak central, tapi gw lebih curiga tamu – tamu yang bawa pulang (pada bawa tupperware kali hahaha).

DSC_5152.JPG

Kue – kue yang seiprit ini juga ilang sekejap.

 

Finally, kami request tiap menu makanan sisa, dibungkus tapi bagi dua untuk kedua belah pihak keluarga. Waiters Central semua cekatan banget ngerapiin, pokoknya gw cuma tahu tiba- tiba semua sudah dibawa pulang aja sama ortu kami.

Dear capeng central tomang, semangat dan optimislah ya. Masakan sudah pasti enak, so one thing is less to worry about. semangat!

hidup chinese food,

 

Indri

 

 

 

 

Central Tomang Review: TM

Hallo world,

Untuk Central, mulai dari mana ya ceritanya, gw rada bingung. Kyanya semuanya perlu dijelasin. Well, coba post ini untuk Technical Meeting (TM) nya dulu aja yak.

Technical Meeting dihadiri kami berdua, WO, marketing- Ci Mey Hwa (MH) dan Pak Mo An (MA) selaku kapten restoran. TM diadakan H-9, tapi susah banget sepakat untuk jadwal yang cocok buat semua pihak (tadinya gw mau supaya ortu dan fotografer ikutan meeting). Cuma yasudahlah, daripada mepet – mepet.

Dalam TM, kami bahas semua jadwal acara lebih detail. Banyak pertanyaan disusul argument dan pertanyaan balik, tapi dibilang ribet sebenernya sih ngga, karena acara kami super simpel. Pokoknya, semua yang kalian bingung dan mau tahu, harus dibicarakan waktu TM, supaya semua pihak jelas tugas- tugasnya. Tanya sedetail – detailnya, setiap PIC dicatat dan reconfirm ulang H-1.

IMG_5451.jpg

Diskusi bersama Kapten Central, Pak Mo An dan Marketing, Ci Mey Hwa.

 

Yang bikin seru, debat soal tempat parkir dan pengaturan parkir. Secara Sabtu, 14 Mei kemarin. Jam 12 siang, acara di central tuh ada dua pengantin (malemnya ada 3 pengantin…gokil). Kami di lantai 1 dan lantai 2 untuk capeng lain. Jadi wo khawatir kalau keluarga bride n groom susah parkir. Maka wo minta sama MH, bisa ga disediakan 4 spot parkir gratis dan reserved buat pihak keluarga inti, juga mau meeting sama para petugas parkirnya central….dan dijawab ga bisa, sampai akhirnya nego dan terus cuma bisa 2 spot parkir direserved untuk ortu kami.

Setelah panjang lebar adu argumen, ternyata system lahan parkir central itu bukan dimiliki oleh Central resto. Hah? Aneh banget buat kami. Jadi menurut kami sih, itu seperti ‘mafia’nya area tomang dan nguasain area central resto juga. Makanya kenapa masalah susah parkir central sampe sekarang ga kelar – kelar yaaa karena memang ga dibenahi, para tukang parkirnya cuma tahu minta duit sama para tamu, tapi ya bodo amat sama persoalan panjang antrian mobil yang mau parkir. Bahkan ga mau kerja sama dengan pihak Centralnya sendiri.

Untuk marketing. Walau awalnya kami deal dan tektokan sama Bu Risna. Pada akhirnya, semua dihandle sama Ci MH. Sepertinya mereka memang bagi tugasnya begitu. Bu Risna sebagai marketing yang deal paket wedding, MH yang handle detail request capeng dan tektokan dengan Pak MA sebagai kapten yang akan eksekusi semua request capeng sekaligus PIC traffic makanan dari dapur ke buffet area pada hari H.

 

DENAH CENTRAL WEDDING Lantai 1_-01.jpg

Kami fix dengan denah seperti berikut

Yang kami request ke pihak Central waktu TM :

  1. Lift ke lantai 1 dilock / setidaknya ditutup aksesnya. Sehingga mengurangi tamu pesta lantai 2 melewati lantai 1.
  2. Area makan keluarga yang seharusnya 4 meja bundar, kami ganti saja menjadi 50 kursi dijejerin dan ada meja panjang untuk mini buffet. Soalnya klo meja bulet, nanti ribet lagi siapa yang boleh duduk disana atau engga. Kedua juga, ngabisin tempat buat gerak.
  3. Karena ada foto keluarga di jam 10:30, kami minta jam 11:00 area mini buffet keluarga dibuka untuk para keluarga dan saudara makan duluan (tapi ni akhirnya ada tamu banyak yang nyempil makan juga donk, gubrak.)
  4. Wine pouring di atas panggung aja, karena toh kami ga ada wedding cake.
  5. Backdrop dipasangin sama pihak central waktu hari H.
  6. Ga perlu ada photo gallery – jadi dipasang artificial flower vase aja.
  7. Minta standing canvas soal info wedding kami diletakkan di ground floor agar tamu ga salah masuk area resepsi.
  8. Ada buah anggur tambahan, kami beli sendiri dan minta tolong pihak central bantu cuciin buahnya lalu tumpuk di area buah dan puding. (mereka agak enggan sih sebenernya, cuma akhirnya tetep dicuciin dibantu WO haha).
  9. Minta artificial bunga yang kami beli, dipasang depan panggung.

DSCF1598.jpg

DSC_5260.jpg

See, tanaman di bawahnya, mendingan jadi ada warnanya. Tadinya ijo gersang membusuk gajebo. Ini aja masih kurang, harusnya gw kasih lagi, banyakan.

 

Trus, sebenernya minta tambahan piring lagi, bonus gitu. ga dikasih, huahaha. Namanya juga usaha yak. Sebelum pulang, kami akhirnya pesen makanan, meeting 2 jam sampe laperrr banget. Traktir WO team sekalian. Ya menu – menunya Central juga lah ya, cuma gw lupa pesen apa aja. Yang pasti enak (makin optimis deh pesta dimari) dan karena kami semua kelaperan, langsung abis. Pas bayar, didiskon 10% sama pihak centralnya (yaaaa mayan daripada ga sama sekali).

Tapi overall, kami puas karena pihak Central mampu mengeksekusi permintaan kami dengan sangat baik tanpa pake bumbu jutek. Oiya, soal pelunasan, walau dari perjanjian bahwa pelunasan harus H-1 bulan, ternyata marketing Central masih mengijinkan kami untuk melunasi H-1 hari! Amajing. Jadi deh kami melakukan pelunasan waktu taro barang – barang  di central tepat sehari sebelumnya, hahaha.

 

have a nice day,

Indri

Wedding Invitation Review

Hello world,

Untuk undangan merid, kami deal dengan Weddingku. Buat yang belum tahu, kalau weddingku juga menyediakan jasa undangan serta suvenir, monggo dicek ke weddingku.com ya.

Menurut penilaian gw, overall vendor ini lumayan memuaskan.

PRO’s :

  • Marketingnya baik banget dan tetap update via wa ke kami dengan sopan
  • Ada jasa antar (karena rumah gw di sunter) gratis dan kurirnya juga sopan.
  • Jadwal pengiriman dan produksi sesuai perkataan mba marketingnya.
  • Paket undangan seluruhnya dibungkus rapih dalam satu kardus besar
  • Dikasih undangan lebih hampir 40 pcs.
  • Mau take out logo vendor dia pada undangan.
  • Desain untuk dipilih ada banyak (tapi gw tetep bikin desain sendiri sih).
  • Harganya middle level.

 


 

CON’s:

  • Finishingnya menurut gw ya…skor 7/10. banyak yang mencong dan gambar kepotong.
  • Pilihan bahan kertasnya cuma dua. Yang polos dan yang bertekstur, jangan ulangi kesalahan gw…pakailah yang polos saja, karena kurang bisa kebaca infonya dengan jelas pada kertas bertekstur.
  • Kertasnya rada bau….bau kertas lama disimpen di gudang. Keluarga gw yang ga terlalu ngerti kertas atau cetakan sih ga ngeh, tapi gw sama suami ngeh banget. (tapi suami bodo amat sih, jadi ya sudah gw relakan).
  • Undangan lebih banyakan yang ada cacatnya, walaupun minor (sudah dikasih lebih, ngelunjak amat yak gw hahaha)
  • Produksinya 2 bulan untuk 400 undangan…lamaanya.

 

IMG_5261.jpg

Kiriman packagingnya rapih dan on time.

IMG_5262.jpg

DSCF1580.jpg

Cacat minor seperti tergores warna dan amplopnya somplak di sudut sudutnya.

 

Tapi in the end, gw puas puas aja kok, karena gw tahu marketingnya juga menahan nahan sabar sama gw yang lamaaa banget submit desain undangannya. Harusnya kalau gw bisa lebih cepet submit desain, pasti keburu proof print dan detail sama bahan juga.

DSCF0384

DSCF1590

 

Have a nice day,

 

Indri