Sawasdee Ka: Day 2

Hallo world,

Pagiii dari Phuket!

Jadwal hari ini adalah, island hopping. Kami booking paket tour island hopping dari Phuket Sail Tours: Captain Marks. Booking semua via email dan bayar via paypal. Dari awal perjanjian dengan captain mark, kami sudah diinfo akan dijemput jam 9 pagi dengan minibus pihak tur, pulangnya pun akan diantar sampai hotel juga.

Jam 7 pagi, kami sudah siap beberes lalu breakfast di hotel dulu. Resto hotelnya cantiik banget, lampunya kuning biar suasana elegannya  makin berasa.

DSCF0467.jpg

DSCF0480.jpg

 

DSCF0472.jpg

Menu breakfast si sama aja, banyakan western menu daripada menu lokal. cuma yaa memang enak sih makan di hotel.

DSCF0482.jpg

segala jenis keju dimakan dengan crackers.

DSCF0474.jpg

free flow juice! tp gw ga berani banyak – banyak, mau tur malah sakit perut kan ga lucu.

DSCF0483.jpg

Seragam staff hotel yang cewe manis dan praktis dengan celana, trendsetter banget nih…suka deh gaya mereka.

DSCF0473.jpg

Kalau di Thailand, buah- buahan itu wajib, kudu, mesti berlimpah dan enak bener

DSCF0472.jpg

DSCF0487.jpg

ga lupa restroom selfie sebelum berangkat..haha

Habis sarapan, nunggu dijemput. Banyak tour semacam ini ternyata, jadi pas kami nunggu di lobby, sekali dua kali ada bapak sopir nyamperin nanyain apakah kami si A/B yang mana peserta tour mereka. Akhirnya, kami ketemu (ditemukan tepatnya haha) sama sopir tour captain mark’s nya dengan cara yang sama, nanya semua orang yang ada di lobby hotel.

Naik mini bus…seperti elf gitu deh guys. Tapi again, karena kita booking open trip, jadi minibus ini stop di beberapa spot untuk jemput peserta tour yang lain.

Tempo perjalanan kurang lebih, 1 jam sampai di pantai phang nga bay, kami diajak masuk ke basecamp captain mark’s dulu untuk diberi brief singkat isi acaranya.

dscf0492

dscf0493

Phang Nga Bay: mesti jalan kaki ke ujung sono buat masuk ke kapal

DSCF0505.jpg

Peserta tournya ada 16 orang termasuk kami (padahal harusnya tournya bisa max 25 org…enak deh sepi, malah banyakan staff di kapalnya menurut pengamatan gw), ada tiga keluarga dan dua single traveller asal aussie & amrik- yang akhirnya hopengan sama kita selama island hopping. and off we go!

Tripnya ke Lawa island – Mangrove Forest – Elephant Cave – James Bond Island (tapi yang ini cuma muterin sekitar pulaunya saja, karena rame banget dengan turis dan penjual suvenir yang rada maksain. Jadi kapten kapal menyarankan buat foto-foto dari jauh saja) – Boomerang Hong (hidden spot) – Koh Panak.

DSCF0509.jpg

siang hari…teriknya ya ampoon.

dscf0516

nyesel deh ga bawa cangkang kerang ini pulang, so pretty.

dscf0537

Ga akan kelaperan, dikasih makan terus.

img_6245

we love canoeing!

img_6240

img_6215

img_6187

IMG_6197.jpg

ada masuk ke gua dan kami berjalan di dalam gua melihat stalaktit dan stalakmit…std lah, gw ud sering liat (gaya bener) hihi.

dscf0544

remind me of Ha long Bay, Vietnam. Bagusan halongbay kemana mana sih.

dscf0549

James Bond island from a far …liat tuh di pantainya penuh sesak dengan turis. mau foto kekinian ga bakalan bisa karena photobombnya bakal banyak.

dscf0556

Tapi ga kecewa, karena staff tournya mau kok bantuin kenarsisan kami. Dia kasih senjata mainan dan fotoin kami depan James Bond island. Gayanya…suka suka kami.

 

dscf0557

DSCF0563.jpg

Makanan dikasih 2 kali. kali ini lebih banyak dan mengenyangkan, seafood…aroi!

dscf0550

juara! fresh and spicy.

Kami seneng banget pas masuk ke gua rahasia di Boomerang Hong (gw sih seneng, Mr. Bunny kyanya rada khawatir dan ga suka dengan hal yang memacu adrenalin). Bayangkan, masuk ke gua rahasia dengan kano saat air laut pasang, sehingga kami harus masuk dengan posisi tiduran di atas kano. Karena jarak air ke dinding atas gua hanya sekitar 20 cm- 30 cm! Air yang beriak naik turun, bikin jantung mau copot karena kepikir kalau kepala kami kejedot batu batu gua itu gimana yaah. bahkan gw sampai ga bisa gerak untuk mengabadikan momen tersebut…seru!

IMG_6270.jpg

tuh ada space hitam di tengah gua, itu jalan masuk dan keluar kami. sempit dan mendebarkan.

IMG_6254.jpg

Setelah  perjalanan masuk yang mendebarkan tadi, kami masuk ke area di dalam pulau yang ternyata seperti danau dengan hutan mangrove di dalamnya….keren, sayangnya foto-fotonya banyakan blur karena hp sudah berembun dan kantong pelindungnya basah juga.

Trip selesai sekitar jam 6 sore, tired and happy. Tapi yaaa, untuk view, menurut gw, biasa aja. Cuma karena namanya dah honeymoon mood dan tim tour yang super ramah, kami yaa seneng syalala (kalau ga seneng….rugi bandar cyin).

Sesampainya di hotel, sudah malem tuh…kami berniat cari makan malam ke Banzaan Fresh market. Pasar malam gitu, jualan dari makanan hingga baju dan aksesoris.

IMG_6162.jpg

dapat snack sore, sudah nangkring manis di dalam kamar hotel. Kanom Nga Pong – semacam onde onde tapi renyah manis meleleh di mulut.

Kebetulan dari pihak Grand Mercure, menyediakan FREE (yup, penting ya gretong) daily shuttle Bus ke Pantai Patong dan Jungceylon mall dan Banzaan ini letaknya dekat sekali dengan jungceylon mall.

dscf0569

dscf0573

Kami muter – muterin dulu jejeran penjaja makanan. Milih kira – kira mau makan apa, tapi intinya kami mau makan seafood!

dscf0577

Milih Mimi Seafood, sesimpel karena masuk rekomendasi Trip Advisor.

Enak ga? sayangnya engga. Memang sih fresh banget tapi bumbunya kok menurut gw ga nendang yah, enakan seafood di Kelapa Gading tuh…bumbu saos padang paling manteb daah.

Habis makan, kami jalan – jalan keee….Phuket red district: Bangla road! Soalnya Phuket tu kecil dan satu satunya tourism spot itu yaa si red district, hahaha. Karena ga terlalu jauh juga dari banzaan market, kami berdua milih jalan kaki santai. Enak banget udara pantai malam hari yang sejuk, toko – toko dengan kerlap kerlip lampu dan musik ajeb ajeb, lucunya yang membuat gw heran, hampir semua toko yang jaga orang indihe, gatau deh kenapa…indihe invasion.

Di Bangla road, sepanjang jalan, kanan kiri klub / tempat dugem. Banyak ce thai ala ala dengan bikini gemerlap dan high heels kedip kedip manjah kepada turis yang lewat, tapi banyak juga mas n mbak yang nawarin paket minum di klub tempat mereka bekerja.

DSCF0596.jpg

dscf0597-1

Tangan Mr. Bunny ga gw lepas, takut dia diculik sama bencong. Gw ga berani foto-foto juga, soalnya kan kami ga masuk klubnya juga, takut ga boleh foto dan malah digampar bencong…berabe kan. sigh…kenapa ya bencong thailand sexy dan cantik cantik beneur? habis jalan dari Bangla road…pulang, kami terusin jalan kaki sepanjang pantai patong beach di malam hari sekalian menuju hotel.

Tepar but it was super fun day,

indri

After a while…

Hallo world, it’s been a while. fufufu maap ya guys, payah banget ga bisa sekuat blogger- blogger lain yang bisa rutin dan aktip ngeblog. kebetulan beberapa bulan terakhir, Tuhan baik banget kasih kami rejeki kangtao banyak, jadi ga sempet ngeblog. Daripada kosong, gw kasih highlight update kami aja ya ^^

how-are-we-doing-01

Kemarin kami nonton john wick 2, keren….bloood blood everywhere. haha, tapi buat plot cerita jelas film pertama lebih berbobot, IMHO.

Hari ini banyak keseruan di Jakarta, demo 212, hujan dari semalam bikin beberapa titik area jakarta banjir dan juga diskon besar besaran Sbux – McD – Breadtalk pakai BCA credit card….kalian ada yang mengalami salah satu dari 3 major topic of today? Kami antri 45 menit untuk McD – that’s the struggle for our lunch hahaha.

Have a nice cuti banjir day,

(kami si ngga, kami tetep kerja. today is our “monday” LOL),

Mrs. Bunny.

Sawasdee Ka ; Day 1

Hi world,

Kami merencanakan honeymoon ke Thailand sesimpel karena suka dengan murahnya belanja disana, infrastruktur kotanya bagus dan makanannya endeus maksimal. Total tujuh (7) hari kami habiskan di Phuket dan Bangkok.

Seneng donk? well, antara ya dan tidak sih…ga sepenuhnya menyenangkan seperti dalam bayangan gw. Karena pas banget jadwal honeymoon kami tumpang tindih sama urusan usaha baru Mr. Buni di Jakarta, jadi ga bisa maksimal have funnya. Nevertheless, start gw runut saja ya our honeymoon trip on 8 June 2016!


JAKARTA TO BANGKOK

honeymoon trip bangkok_1.jpg

Di pesawat, kami diberi form “arrival card” untuk wajib diisi dan diberikan pada bagian imigrasi di bandara.

Sawadi Ka! Kami sampai di Don Mueang airport – Bangkok. Disini kami hanya menunggu dua jam untuk selanjutnya pergi ke Phuket (tidak ada pesawat dari jakarta dengan tujuan langsung ke phuket ). Yang pertama kali kami lakukan adalah membeli kartu provider lokal thailand yang loketnya jejeran pas keluar dari imigrasi supaya kami bisa internetan atau telepon dengan leluasa tanpa bergantung dengan area wifi gratis.

IMG_6109.jpg

Loket untuk beli sim card. para SPG nya sigap menawarkan juga paket tur, reservasi hotel, transport dengan dialek khas Thai yang cempreng dan ‘mengayun’. Hebatnya mereka ngerti cara buka HP apa aja, dan langsung bisa gantiin sim card hp kita, ga sampe 5 menit cui.


Untuk ke Phuket, kami beli tiket dari Nok Air. Kami coba pakai Nok Air (salah satu maskapai lokalnya Thailand) karena lebih murah daripada Air Asia dan menurut gw lucu banget desain pesawatnya. Mencari area check in Nok Air dan daftar bagasi pun mudah banget, tinggal lihat yang banyak warna kuningnya.

honeymoon trip bangkok_2.jpg

stand out banget kan kuningnya.

Setelah check in…laper. Akhirnya muter -muter bandara cari makan, dan berakhir di food court bernama Magic Garden, karena murce.

honeymoon trip bangkok_3.jpg

Makan nasi ayam hainam + nasi babi goreng + iced thai milk tea = 86.000 IDR (gw hapal karena gw foto bonnya, murah kan? huahaha).

Nurunin makanan, kami jalan – jalan di sekitar bandara aja sambil nunggu jam keberangkatan.

honeymoon trip bangkok_5.jpg

Bandara Don Mueang ini bersih dan fasilitas standarnya juga terawat. Bahkan ada kotak sumbangan bentuk ‘heart’ begini, lucu kan? klo di jakarta entah kenapa gw sangsi bisa ada kotak sumbangan. Kalaupun ada, gw akan meragukan bener buat sumbangan atau ngga, hahaha.

honeymoon-trip-bangkok_4

Kami berjalan ke Gate 36 – gate keberangkatan kami. Gw rada amazed begitu sampai di area gate 36, ada mini playground buat anak – anak!

IMG_6127.jpg

Dan yang paling menyenangkan adalah…free and fast wi-fi. yeah yeah yeah! Khusus di penumpang air Nok Air, kami bisa nikmatin wifi gretongan dengan masukin booking number.

Yang bikin paling stand out, satu pesawat sepertinya hanya kami berdua WNI. yang lain warga Thailand, India dan beberapa turis aussie. Soalnya klo wni pasti banyakan ambil AA flight.


DON MUEANG BANGKOK to PHUKET

honeymoon trip bangkok_6.jpg

Itu pesawatnya! Desain casing pesawatnya beda – beda, namun yang pasti ada dan sama adalah iconic bird beak di ujung depan pesawatnya jadi bikin nambah cute. Dan biar tiketnya murah, kita ternyata tetep dikasih snack dan air mineral for free!

DSCF0402.jpg

Suka lihat semua itemnya dibranding sendiri. Isi snacknya bolu kelapa, enak tapi seret pas ditelen.

img_6137

Setelah 80 menit perjalanan, kami sampai Phuket! dari atas si bagus banget, so excited.

Untuk perjalanan hanimun ini, kami pede jaya untuk atur itinerary semua sendiri. Karena itu, sebelumnya kami Mr. Bunny banyak browsing dan cari – cari referensi soal trip ke Phuket dan mengerti bahwa transportasi di airport Phuket tidak semurah di Bangkok karena lokasinya jauh – jauh.

Sampai di airport, kami mau cari transport buat menuju hotel Grand Mercure Patong. Ditawarin sama pihak taxi, 800 baht (+/- 304.000IDR). Uhuk…mahal..uhuk. Ketika kita jawabin ke agen taxi kalau biaya 800 baht mahal, dia langsung sigap tunjukin seorang bapak gendut item ngerokok (kesian amat yang gw inget ini doank) di sebrang jalan sedang teriak teriak ga jelas.

Ternyata bapak itu agen transport mini bus buat anter – anter turis ke tujuan mereka.

Screen Shot 2016-10-13 at 11.12.34 AM.png

Lihat, di peta aja jarak dari airport menuju hotel kami menginap jauh begono…apalagi aslinya. hosh hosh hosh.

Bapak endut tadi ternyata menawarkan jasa transport dengan mini bus. Nah bedanya dengan taxi, mini bus ini semacam uber pool. Jadi bukan cuma kita doank yang naik, bus bisa diisi max 12 orang dan akan dianterin semua sampai persis di tempat tujuan kita. Harga per orangnya 180 baht – 68.400 IDR. jadi kalau kami berdua hanya 137.000 IDR, lumayan banget daripada taxi tadi.

Well, memang ada plus minus nya yaaaa. Kalau naik taxi kan kita nyaman dan langsung sampai tujuan kita dengan cepat. Namun pertimbangan kami, urusan transport ga perlu yang mahal biar budgetnya bisa buat yang lain (honeymoon kami pun teteup on budget).

honeymoon trip bangkok_7.jpg

Minusnya mini bus. Apes deh kalau dianter terakhir dan suka ada promo terselubung, kami sempet berhenti pada salah satu ruko dan dihimbau untuk masuk ruko tersebut. Ternyata proses pembayaran dilakukan di ruko ini dan kami harus berhadapan dengan marketing yang fasih bahasa inggris menawarkan dan menjelaskan isi paket – paket wisata phuket. of course we say no and we appreciate that they don’t push us in any way to buy the package….kob kun ka!

Positifnya minibus, selain murah kami jadi bisa berinteraksi dengan orang lain. Dalam hal ini, another tourist. Satu minibus, ada 1 family dari HK/China – 1 couple Korean – 2 groups of youngsters from UK & Aussie. Mr. Bunny jadi ngobrol dengan salah satu turis dari Aussie yang kebetulan bingung mau meet up dengan temennya (kesalahan pertama si bule: ga beli simcard lokal supaya bisa inetan dimanapun), tapi gatau lokasinya dimana. Jadi Mr. Bunny nawarin cariin via google maps plus nelponin temennya pula. Mostly bule kalau liburan ke Asia, minimal sebulan sampai  enam bulan…aneh ya. kerjaannya cuma leyeh2 dan ngebir. cheap and happy, they said.

Setelah satu setengah jam, kami sampai hotel! Yay. Gw lupa persisnya jam berapa, sekitar jam 14:00 – 15:00 dan teriknya ampun. Dengan kucel dan lemes dehidrasi, kami samperin lobby untuk check-in di receptionist.

Selama proses registrasi check-in, kami disuguhi welcome drink dan mini choux pastry, nyam nyamm banget. Kata mba resepsionis, “this is our signature drink and pastry, made from butterfly pee.” HAH, air seninya kupu – kupu?! emang kupu-kupu pipis? siapa yang nadahin tuh pipis?

Trus Mr. Bunny setelah itu kasitau gw, “butterfly pe..A”- bunga khas di Phuket. Dia bisa tahu dari hasil tanya mbah google…he google everything. Gosh, I’m so lost without you buni #omongankalauhanimun

honeymoon trip bangkok_8.jpg

Mungkin karena kami dehidrasi, makan dan minum ini seperti bangkit dari kubur. Seger dan endeus!Handuk basah dinginnya sampe gw buat lap muka…nyaman banget (harusnya kyanya buat lap tangan doank…ndeso abis! :)) ).


Masuk kamar kami – tipe superior room. Gumbira melihat hal yang familiar ini, dua angsa khas honeymooners.

honeymoon trip bangkok_9.jpg

kamar yang bersih nan wangi….bathtub yang big enough buat berdua…wink wink.

honeymoon trip bangkok_10.jpg

Bathroom amenitiesnya pake Ryn; inhouse spa brand Grand mercure Patong, lemongrass scent…kami suka! sampe sukanya dengan lemongrass, sepulangnya dari honeymoon, gw stock lemongrass essential oil untuk menjadi wangi kamar kami.

honeymoon trip bangkok_11.jpg

Dikasih semangkok buah segar, yang gw paling demen leci! Yang Mr. Bunny demen adalah complimentary water, jadi ga perlu beli air minum deh selama menginap.

honeymoon trip bangkok_12.jpg

Kami pengen langsung jalan sore…namun, kerjaan Mr. Buni ‘nyelip’ huuu. Yes, kami bawa laptop saat hanimun supaya ready bisa tektokan kerjaan. #lebihmiripbusinesstripyah #tangansuamimulusamatsik #gwmalahbuluan #notfair

Lokasi hotel Grand Mercure dekat sekali dengan Patong beach, pantai femeuz di Phuket. Kami berencana jalan kaki saja biar lebih santai, ketika itu sudah sore juga, jadi rencana melihat sunset lanjut cari makan malam.

honeymoon trip bangkok_14.jpg

enak banget jalan kaki di Phuket, karena daerah turis juga kali ya. Jadi banyak pejalan kaki juga, traffic cenderung sepi malah, bikin nyebrang jalan bisa sengaja dilama – lamain.

DSCF0414.jpg

Patong beach! Bagus banget kah? well….unfortunately, menurut kami biasa ajah, haha.

DSCF0422.jpg

Ada water sports, jet ski, parasailing, hmm mirip kan sama Bali.

DSCF0444.jpg

Ya memang Patong beach ini panjang banget, jadi walau pun rame…ga berasa sesak sama turis lainnya.

Tapi biar kata pantainya biasa aja, yang bikin spesial mah tetep sama yang nemenin.

honeymoon-trip-bangkok_15

we love to throw each other with gombal jokes, it’s so annoying yet adorable that we always cracking up together.

DSCF0449.jpg

Sudah malam, kami menyusuri jalanan yang meriah dengan lampu kelap kelip menjauh dari hotel kami. Riuh pedagang toko menjajakan dagangan dan musik house menghentak mengundang siapapun yang lewat untuk menengok dan memperhatikan.

Ga berasa sudah jalan jauh, kami Mr. Bunny bingung mau makan malam dimana. Ini nih, perbedaan kami yang mencolok. Kalau gw model orangnya ga mau pusing dan happy go lucky, sedangkan dia modelnya perhitungan dan…labil.

Gw lebih kepengen makan di resto tenda- tenda deket hotel, biar sekalian pulang, kelar. Tapi, kami malah jalan makin menjauh lagi dari hotel terus sambil dia google, tempat makan mana yang enak. Abis sampe tempat yang google rekomen, kami gajadi makan karena ternyata mahal banget pas lihat menunya…gubrak.

Akhirnya, kami beli shrimp padthai dan gorengan sate pinggir jalan, haha. Saking bingung juga mau makan apa.

honeymoon-trip-bangkok_16

Beli bungkus untuk kami makan di kamar hotel.

Mr. Bunny makan sambil ngedumel karena harga padthainya 100baht (kata dia sih umumnya 60 baht aja) dan ga enak pula…bener kan, anaknya perhitungan. Gw sih cuma ketawa aja balesin dia, “namanya juga kota wisata, ya harganya pasti harga turis.” Untung sate- sateannya enak, emang micin ga pernah salah. :))

Abis makan…put bubble bath in the warm water bath tub and enjoy our time. gile, enak banget deh abis kaki diabuse kemudian rendeman air hangat. Apalagi nambah berendem bareng sama mantan pacar.

So, it’s a wrap for a day! Panjang yaa postnya, mungkin karena gw anak visual, gw lebih suka dan terbiasa bercerita dengan visual atau gambar supaya pembaca lebih jelas, makanya agak challenging pas ngeblog…mesti cari lagi mana foto yang mewakili cerita gw tersebut.

Kalau buka buku atau majalah pun, gw pasti cek fotonya dulu. Kalau fotonya bagus, gw akan baca duluan. Hobi foto- foto juga, anything gw bisa abadikan…makanan, kwitansi bahkan Mr. Bunny kalau tidur pun suka gw foto, apalagi kalau pose tidur dia aneh – aneh, huahauhaua. Pheww, ini baru cerita hari pertama. Semoga gw ga patah semangat mendongeng buat 6 hari honeymoon kami berikutnya yaa!

honeymoon-trip-bangkok_13

Grateful,

littlemissindri

Go Glam

Hi world,

Cuma mau cerita singkat soal Go Jek. Salah satu servisnya yang gw demen itu Go Glam; jasa salon datang ke tempat kamu, jadi kita ga perlu cape dengan traffic jakarta atau nambah biaya transport.

Waktu resepsi kami kemarin, gw akhirnya cobain Go-Glam untuk pertama kali, karena kepepet waktu ga sempet ngurus kuku. Padahal gw udah tahan – tahan dan sayang menyayangi kuku tangan gw jadi panjang (bad habit gw : gigitin kuku). So, gw coba servis manicure- pedicure.

 

img_5629

habis order via aplikasi gojek, nanti kita akan dapat email notifikasi kalau sudah dapat orang salonnya.

IMG_5632.jpg

Gw request go glam datang ke hotel kami menginap. Begitu Mba meni pedi nya datang, dia langsung bongkar peralatan tempurnya.

 

IMG_5634.jpg

Dia ga lupa bawa dingklik sendiri buat dia duduk.

 

IMG_5635.jpg

Langsung deh mulai dari pedicure dulu. Mba nya baik, dan kalem banget. Cuma sayangnya di go glam belum ada servis nail art, jadi cuma bisa 1 warna tok.

 

IMG_5640.jpg

Meni pedi sambil lihat pemandangan ini: Kamar pengantin yang acak adut. suami yang cuek, bridesmaid yang lebih centil daripada bridenya dan si penerima tamu yang excited padahal baru aja balik dari kantor.

 

Selama meni pedi, ngobrol sama mba nya dan ternyata dia tadinya memang fulltime di salon, cuma akhirnya berhenti dan niat kerja sendiri di go glam ini, hasilnya buat dia lebih cukup daripada jadi karyawan. waw, gojek memang banyak menambah hal yang positif buat orang banyak.

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kuku eike difoto warnanya lebih keren dibanding aslinya,  #noedit #nofilter huahahaaha. 

Untuk warna kuku, gw pilih warna pink fuschia aja biar anti mainstream. Hasilnya…biasa aja sih (emang cuma satu warna hahaha), rapih dan ternyata mayan tahan lama. worth banget deh untuk 150K, daripada kuku gw ga diapa apain pas wedding day.

Kalian, ada yang juga uda cobain Go Glam?

Indri

ceki ceki cek ap – pre marital

Hi world,

Buat yang lagi mempersiapkan pernikahan, pasti sering denger soal pre marital check up. Sebenernya sih pre marital ini ga wajib, tapi kalau memang ada budget dan health awareness tinggi antara satu sama lain sama pasangannya, ya kenapa tidak?

Kami ambil paket premarital check up di booth Prodia waktu pameran Weddingku di JCC, karena dapet diskon 20%. Jadi ada paket buat wanita dan paket buat laki – laki.

voucher premarital check up

Kasi DP 250.000 (kalau ga salah inget.)

Untuk list ngecek apa aja, berikut listnya beserta harganya:

premarital check up_harga

Paling mahal memang paket untuk wanita, lihat saja totalnya sampe 2.5 juta rupiah. Yang gw sesalkan adalah ternyata isi paket cek up ini masih kurang lengkap dan petugas prodia ga ngasi info tersebut.

Jadi beberapa yang dicek adalah virus Toxo, Rubella, CMV. Nah masing- masing dari tiga virus ini terdiri dari dua; yang disebut IgG dan IgM. IgG adalah indikator virus lampau, sedangkan IgM adalah indikator virus sekarang. Dalam paket yang gw ambil, hanya ada IgG…padahal sebenernya yang paling bagus itu ya semua dicek berbarengan (IgG dan IgM).

Kenapa harus berbarengan? Karena kalau ga bareng, pas mau ngecek IgM nya…ga diskoooon lagi donk! *menyesal*

Well, gw concern dengan IgM nya karena hasil IgG itu bikin gw terkesiap *jengjengjeeeng*

premarital check up_2

Hasil IgG nya positif dan reaktif. Saat itu rujukan tertulis ya harusnya negatif. 

Kalau positif dan reaktif ya berarti gw penyakitan donk?! otoke otoke…gimana donk. Nyokap gw langsung wanti – wanti, jangan sampe hamil dulu sampe jelas semuanya. Karena kalau gw ada virus toxo or rubella dan gw hamiiil…bayinya bisa ada kemungkinan lahir cacat. Gw sampe nanya ke semua temen gw, apa artinya nih IgG gw kok begini…. *sob sob sob*

Well, ternyata engga perlu panik dulu. Kenapa? ya karena itu virus lampau, jadi ga tau deh yang sekarang tuh masih bervirus atau engga. Nah tahunya dari mana apakah gw masih terjangkit virus rubella atau toxo? yaaaa cek IgM ituu tadi…pret….damn…masi sebel ga dapet diskon 20%.

Karena masih sensi sama Prodia, akhirnya gw pergi cek IgM ke Bio Medika Kelapa Gading. Keunggulan di Bio Medika, hasil lab nya boleh request anter ke rumah *for free lho, kasih tips kurirnya saja deh*.

Dan alhamdulilaah yaaa, hasil IgM gw semua negatif. Dari hasil lab itu, artinya gw memang pernah kena virus – virusnya (igG) namun tubuh gw membuat antibodi secara otomatis dan akhirnya gw jadi bebas dari virus-virus itu, yeaaah….lega banget. Berarti boleh hamil donk saiah? hmmm….

Masalah ga cukup sampai disitu tadi. Ada satu hal yang gw cek berkaitan dengan fertilitas, yaitu AMH – Anti Mullerian Hormone. Hasilnya AMH gw tinggi banget, padahal nilai rujukannya rendah.

 

 

premarital check up_3_AMH.jpg

Waktu gw cari di google sih, mostly bilang artinya gw terkena PCOS. Kalau dari dokter kandungan, cek AMH doank ini ga cukup valid untuk memvonis gw terkena PCOS, walau memang ada kecenderungan seperti itu.

Jadi gw itu kenapa sih? bahasa awamnya, hormon gw tidak stabil dan sel telur gw banyak namun tidak matang. Tidak matang artinya ya ga bisa dibuahi….artinya ya ga bisa hamil.

Well, terlalu dini untuk memberi statement barusan. Kata dokter juga, lihat dulu saja dalam setahun, jangan dibuat beban pikiran. Nah problem inilah yang waktu itu membuat gw akhirnya membahas sama Mr. Bunny menjelang menikah, bagaimana kalau nanti kami ga bisa punya anak kandung.

Untuk sekarang, jujur kami masih santai – santai aja sih. Kami memang berencana kalaupun usaha punya anak, setelah setahun menikah saja biar proses adaptasi satu sama lain mulus dan juga…sempet travelling. Mostly, temen gw kasih saran, banyakin jalan- jalan dulu berdua, karena setelah punya anak, ga akan bisa bebas buat pergi – pergi *boro boro bebas, budget travel pun, pasti langsung dialokasikan buat baby*

Ada yang punya kasus masalah kaya gw kah? tetap semangat dan optimis ya, semua akan indah pada waktu-Nya.

hoahemmm,

Mrs. Bunny

 

Aurora Florist review

Hello World,

Gw suka banget bunga dan keukeuh mau ada rangkaian bunga di ranjang kamar pengantin. Jadi memang sengaja cari – cari ke rawa belong yang terkenal penjualan pusat bunga segar dengan segala asesorisnya.

Muter – muter Rawa Belong enaknya pas pagi, atau kalau kalian niatin subuh, karena  walaupun kawasan Rawa Belong buka 24 jam, justru start dari tengah malam itu jam stok bunga – bunga dari daerah sampai di Rawa Belong. Gw sendiri baru 2 kali kesana dan menurut gw si kalau memang seneng bunga, this is your “candy shop”.

IMG_4461.jpg

 

IMG_4474.jpg

Ga enaknya, jalanan becek. Semua pada bolak balik ambil air buat bunga seger sih.

IMG_4470.jpg

IMG_4468.jpg

Nyenengin banget lihat red tone begini!

IMG_4465.jpg

Kami pilih Aurora florist, karena gereja Mr. Bunny pernah beli dan katanya sih oke. Disana kami deal dengan Mba Muna, yang ramah dan ngomongnya nyeplas nyeplos. Dia langsung ga pake ba bi bu, “oh bunga ranjang itu namanya, bisa kok!”

Gw cuma kasih satu gambar referensi dan minta kombinasi merah sama pink, mba Muna nya kasih saran kombinasi bunga paling bagus itu roses, lilies dan carnation. Dia juga ngingetin akan ada penambahan biaya kirim ke tempat tujuan. Kami si setuju aja daripada nambah ribet, gw request dikirim jam 6 pagi ke hotel Grand Mercure Harmoni.

Bunga Ranjang Rawa Belong_littlemissindri.jpg

Tadaa….dikirim on time dan perfect! Suka pake banget.

 

Grand Mercure Harmoni room

Gw demen deh warna – warna vibrant dan hangat, especially merah karena langsung bikin suasana keseluruhan “meriah”. Bayangin kalau warna bunganya pastel semua, difoto jadi pucat.

 

Aurora Florist

Jl. Raya Sulaiman Blok A No. 13

Rawa Belong, Jakarta Barat 11540

Contact Person: Mba Muna 0821 3838 9988 (WA)

aurora_flowershop@live.com

 

Have a blooming day,

 

Indri

Central Tomang Review: Food

Hi world!

 

Kali ini mau bahas soal paket makanan Central Resto. Kalau kami kan deal buat Gold Package – Function Hall Lt. 1, gw jabarin lagi aja deh apa saja.

Print

 

Paling stand out itu jumlah kambing….ENAM ekor. Haha, alasannya adalah bokap gw. Bokap selalu wanti wanti resepsi makanan ga boleh kurang. Terutama, si kambing gulingnya, harus enak, bawang merahnya banyak, cabe rawit banyak, kecapnya juga harus enak dan jangan sampai abis cuma dalam setengah jam.

 

Bokap paling bete kalau datang kondangan, antri pondokan kambing guling panjang – panjang, terus abis…KZL. Atau kalaupun dapet jatah, dagingnya keras kaya karet trus bawang merah abis….KZL.

 

Dia ga perduli lihat resepsi dengan wedding entrance pakai 100 penari, ga perduli dekor ada kolam angsa sama chandelier Kristal, ga perduli wedding cakenya bisa setinggi cita-cita, ataupun gaun pengantinnya cantik berekor 5 meter karya desainer kondang yang harganya bisa buat bayar pesta kami….bodo amat. Selama kambing guling yang disajikan ga enak atau kehabisan…. bokap langsung ngecap resepsi itu ga ok.

 

Pas jam 11:00, ketika masih pada acara foto keluarga session, bokap gw donk, bisa sampai 3 kali bolak balik samperin pondokan kambing guling. Padahal gw ud kasitau akan dicek oleh kapten Central saja sama WO.

 

Bokap jadi supervisor dadakan, pake protes langsung ke mas dan mbak waiter pondokan kambing, kenapa bawang merah sama kecapnya sedikit. Akhirnya setelah di QC in bolak balik sama bokap gw, pondokan kambing guling pun sukses berat. Semua temennya memuji, keluarga besar juga suka dan bahkan sampe jam setengah 2 siang, pondokan kambing masih belum ditutup, lengkap sama kecap, cabe rawit dan bawang merahnya hahaha. Melihat bokap hepi, sempet nyuapin daging kambing buat gw, “enak kan?” gw ikut hepi lah.

 

Untuk rasa snow ice, ada pilihan taro, coconut, coklat dan strawberry. Boleh mix rasa, tapi akhirnya kami pilih 1 rasa saja – coconut. Dengan pertimbangan, kalau ada banyak rasa, 1 tamu bisa aja ambil dua kali karena “pengen cobain rasa lain”, abis itu ga suka…abis itu digeletakkin gitu aja, huhuhu.

 

Bebek panggang yang tersohor itu, kami ga sempet cobain. Sudah habis dalam sekejap. Dari gratisan Central 60 porsi, kami ga jadiin pondokan dan ga nambah porsinya pula. Pertama mahal, trus kalau cuma dikit, nyempit nyempitin area aja. Akhirnya kami putuskan bebek dijadikan menu di dalam mini buffet keluarga saja, eksklusip.

bebek panggang central tomang.jpg

menu bebek panggang hanya ada di mini buffet keluarga


 

Untuk pilihan menunya, yang kami pilih:

  1. Mie goreng
  2. sup asparagus ayam > dijadikan pondokan
  3. brokoli cah ayam
  4. ikan saos rujak
  5. sapi lada hitam
  6. ayam kungpaw.

 


 

Ikan saos rujaknya tuh menu baru, jadi dalam list menu buffet belum ada. Cuma kami cobain pas terakhir datang di pameran wedding JCC dan enak! Ternyata pas hari H enak bangeeet, bahkan menurut gw lebih enak daripada sapi lada hitam. Rasanya asem manis, ada serutan mangga mudanya, makanya jadi seger dan gurih. Ikan kakap digoreng renyah namun begitu digigit dagingnya lembut dan ga amis sama sekali. Gw rekomen menu ini untuk para capeng Central pilih yaa.

 

Jam 14:00 acara selesai dan apa yang gw lakukan pertama kali? Gw ngantri makanan buffet, pemirsah. Laper banget, sumpah. Gw misah sama Mr. Bunny (kalo laper, suami aja dilupain) yang mingle sama temen2nya, langsung ambil piring dan ambil semua menu tanpa jaim sebelum diberesin semua sama waiters. Sampe temen – temen gw pada ketawain karena porsi yang gw ambil banyak banget dan gw sanggup habisin, sebodo deh sama lipstick dan pencitraan….hahaha. Makanya kenapa gw bisa tahu, semua menu buffet acara kami enak, karena gw ikutan makan semuanya. Untung ga didokumentasikan!

 

Untuk undangan pesta kami totalnya 450 undangan. Tapi yang dateng cuma 450 orang…jadi pesta kami longgar banget (tahu gitu, gw lebihin aja sampe 500 undangan, mana ngira yaa). Alhasil, piring masih sisa, makanan tengah sisa banyak. Pondokan yang masih sisa dimsum (bola kacang merah) dan sup asparagus (pada bilang rasanya std abis..pantesan masih sisa).

Yang kami amazed juga, kami beli anggur autumn royal 45 kilo sendiri kan buat tambahan di area buah. Habis juga lho! Gw kepengen banget bawa pulang karena enak, tapi tak bersisa. Keluarga sih sudah curigation di”korting” pihak central, tapi gw lebih curiga tamu – tamu yang bawa pulang (pada bawa tupperware kali hahaha).

DSC_5152.JPG

Kue – kue yang seiprit ini juga ilang sekejap.

 

Finally, kami request tiap menu makanan sisa, dibungkus tapi bagi dua untuk kedua belah pihak keluarga. Waiters Central semua cekatan banget ngerapiin, pokoknya gw cuma tahu tiba- tiba semua sudah dibawa pulang aja sama ortu kami.

Dear capeng central tomang, semangat dan optimislah ya. Masakan sudah pasti enak, so one thing is less to worry about. semangat!

hidup chinese food,

 

Indri

 

 

 

 

Central Tomang Review: TM

Hallo world,

Untuk Central, mulai dari mana ya ceritanya, gw rada bingung. Kyanya semuanya perlu dijelasin. Well, coba post ini untuk Technical Meeting (TM) nya dulu aja yak.

Technical Meeting dihadiri kami berdua, WO, marketing- Ci Mey Hwa (MH) dan Pak Mo An (MA) selaku kapten restoran. TM diadakan H-9, tapi susah banget sepakat untuk jadwal yang cocok buat semua pihak (tadinya gw mau supaya ortu dan fotografer ikutan meeting). Cuma yasudahlah, daripada mepet – mepet.

Dalam TM, kami bahas semua jadwal acara lebih detail. Banyak pertanyaan disusul argument dan pertanyaan balik, tapi dibilang ribet sebenernya sih ngga, karena acara kami super simpel. Pokoknya, semua yang kalian bingung dan mau tahu, harus dibicarakan waktu TM, supaya semua pihak jelas tugas- tugasnya. Tanya sedetail – detailnya, setiap PIC dicatat dan reconfirm ulang H-1.

IMG_5451.jpg

Diskusi bersama Kapten Central, Pak Mo An dan Marketing, Ci Mey Hwa.

 

Yang bikin seru, debat soal tempat parkir dan pengaturan parkir. Secara Sabtu, 14 Mei kemarin. Jam 12 siang, acara di central tuh ada dua pengantin (malemnya ada 3 pengantin…gokil). Kami di lantai 1 dan lantai 2 untuk capeng lain. Jadi wo khawatir kalau keluarga bride n groom susah parkir. Maka wo minta sama MH, bisa ga disediakan 4 spot parkir gratis dan reserved buat pihak keluarga inti, juga mau meeting sama para petugas parkirnya central….dan dijawab ga bisa, sampai akhirnya nego dan terus cuma bisa 2 spot parkir direserved untuk ortu kami.

Setelah panjang lebar adu argumen, ternyata system lahan parkir central itu bukan dimiliki oleh Central resto. Hah? Aneh banget buat kami. Jadi menurut kami sih, itu seperti ‘mafia’nya area tomang dan nguasain area central resto juga. Makanya kenapa masalah susah parkir central sampe sekarang ga kelar – kelar yaaa karena memang ga dibenahi, para tukang parkirnya cuma tahu minta duit sama para tamu, tapi ya bodo amat sama persoalan panjang antrian mobil yang mau parkir. Bahkan ga mau kerja sama dengan pihak Centralnya sendiri.

Untuk marketing. Walau awalnya kami deal dan tektokan sama Bu Risna. Pada akhirnya, semua dihandle sama Ci MH. Sepertinya mereka memang bagi tugasnya begitu. Bu Risna sebagai marketing yang deal paket wedding, MH yang handle detail request capeng dan tektokan dengan Pak MA sebagai kapten yang akan eksekusi semua request capeng sekaligus PIC traffic makanan dari dapur ke buffet area pada hari H.

 

DENAH CENTRAL WEDDING Lantai 1_-01.jpg

Kami fix dengan denah seperti berikut

Yang kami request ke pihak Central waktu TM :

  1. Lift ke lantai 1 dilock / setidaknya ditutup aksesnya. Sehingga mengurangi tamu pesta lantai 2 melewati lantai 1.
  2. Area makan keluarga yang seharusnya 4 meja bundar, kami ganti saja menjadi 50 kursi dijejerin dan ada meja panjang untuk mini buffet. Soalnya klo meja bulet, nanti ribet lagi siapa yang boleh duduk disana atau engga. Kedua juga, ngabisin tempat buat gerak.
  3. Karena ada foto keluarga di jam 10:30, kami minta jam 11:00 area mini buffet keluarga dibuka untuk para keluarga dan saudara makan duluan (tapi ni akhirnya ada tamu banyak yang nyempil makan juga donk, gubrak.)
  4. Wine pouring di atas panggung aja, karena toh kami ga ada wedding cake.
  5. Backdrop dipasangin sama pihak central waktu hari H.
  6. Ga perlu ada photo gallery – jadi dipasang artificial flower vase aja.
  7. Minta standing canvas soal info wedding kami diletakkan di ground floor agar tamu ga salah masuk area resepsi.
  8. Ada buah anggur tambahan, kami beli sendiri dan minta tolong pihak central bantu cuciin buahnya lalu tumpuk di area buah dan puding. (mereka agak enggan sih sebenernya, cuma akhirnya tetep dicuciin dibantu WO haha).
  9. Minta artificial bunga yang kami beli, dipasang depan panggung.

DSCF1598.jpg

DSC_5260.jpg

See, tanaman di bawahnya, mendingan jadi ada warnanya. Tadinya ijo gersang membusuk gajebo. Ini aja masih kurang, harusnya gw kasih lagi, banyakan.

 

Trus, sebenernya minta tambahan piring lagi, bonus gitu. ga dikasih, huahaha. Namanya juga usaha yak. Sebelum pulang, kami akhirnya pesen makanan, meeting 2 jam sampe laperrr banget. Traktir WO team sekalian. Ya menu – menunya Central juga lah ya, cuma gw lupa pesen apa aja. Yang pasti enak (makin optimis deh pesta dimari) dan karena kami semua kelaperan, langsung abis. Pas bayar, didiskon 10% sama pihak centralnya (yaaaa mayan daripada ga sama sekali).

Tapi overall, kami puas karena pihak Central mampu mengeksekusi permintaan kami dengan sangat baik tanpa pake bumbu jutek. Oiya, soal pelunasan, walau dari perjanjian bahwa pelunasan harus H-1 bulan, ternyata marketing Central masih mengijinkan kami untuk melunasi H-1 hari! Amajing. Jadi deh kami melakukan pelunasan waktu taro barang – barang  di central tepat sehari sebelumnya, hahaha.

 

have a nice day,

Indri

Wedding Invitation Review

Hello world,

Untuk undangan merid, kami deal dengan Weddingku. Buat yang belum tahu, kalau weddingku juga menyediakan jasa undangan serta suvenir, monggo dicek ke weddingku.com ya.

Menurut penilaian gw, overall vendor ini lumayan memuaskan.

PRO’s :

  • Marketingnya baik banget dan tetap update via wa ke kami dengan sopan
  • Ada jasa antar (karena rumah gw di sunter) gratis dan kurirnya juga sopan.
  • Jadwal pengiriman dan produksi sesuai perkataan mba marketingnya.
  • Paket undangan seluruhnya dibungkus rapih dalam satu kardus besar
  • Dikasih undangan lebih hampir 40 pcs.
  • Mau take out logo vendor dia pada undangan.
  • Desain untuk dipilih ada banyak (tapi gw tetep bikin desain sendiri sih).
  • Harganya middle level.

 


 

CON’s:

  • Finishingnya menurut gw ya…skor 7/10. banyak yang mencong dan gambar kepotong.
  • Pilihan bahan kertasnya cuma dua. Yang polos dan yang bertekstur, jangan ulangi kesalahan gw…pakailah yang polos saja, karena kurang bisa kebaca infonya dengan jelas pada kertas bertekstur.
  • Kertasnya rada bau….bau kertas lama disimpen di gudang. Keluarga gw yang ga terlalu ngerti kertas atau cetakan sih ga ngeh, tapi gw sama suami ngeh banget. (tapi suami bodo amat sih, jadi ya sudah gw relakan).
  • Undangan lebih banyakan yang ada cacatnya, walaupun minor (sudah dikasih lebih, ngelunjak amat yak gw hahaha)
  • Produksinya 2 bulan untuk 400 undangan…lamaanya.

 

IMG_5261.jpg

Kiriman packagingnya rapih dan on time.

IMG_5262.jpg

DSCF1580.jpg

Cacat minor seperti tergores warna dan amplopnya somplak di sudut sudutnya.

 

Tapi in the end, gw puas puas aja kok, karena gw tahu marketingnya juga menahan nahan sabar sama gw yang lamaaa banget submit desain undangannya. Harusnya kalau gw bisa lebih cepet submit desain, pasti keburu proof print dan detail sama bahan juga.

DSCF0384

DSCF1590

 

Have a nice day,

 

Indri

Ageha Softlense & Lavie Lashes

Hello world,

Untuk urusan make up mata di hari resepsi, bagi gw penting banget deh. Karena pertama, kita pasti difoto dan tatap mata banyak orang. Kalau make up area mata ga bagus…sayang banget.

Karena itu, gw akhirnya beli softlens dan bulu mata palsu supaya mendukung make up area mata. Walau sebenernya, gw ga perlu pakai softlens karena mata ga minus, tapi demi menunjang foto yang ciamik, bela – belain beli deh.

DSCF1561.jpg

Buat Softlense, gw pilih Ageha Caramel Brown 16mm, karena nyaman di mata. Memang mahal sih ya, 178.000 IDR. Tapi worth banget menurut gw, secara mata kan aset. Salah satu bagian yang penting kudu dijaga dan mata gw  sensitif pula. Daripada daripada, ya mendingan mendingan.

07201236_51ea21c126b6d.jpg

Kok bukan warna abu – abu, seperti bride pada lainnya? Sesimpel karena gw ga mau ketahuan pakai softlens. Tujuan gw cuma mau supaya pas gw difoto terlihat natural, tapi dolly eyes look.

Masang softlensenya, gw kudu latihan seminggu sebelum hari H. Susaaaaah banget masang softlense, tapi lebih susah lagi ngelepasinnya. Salut kepada kalian semua yang masang n lepasin softlense semudah membalikkan telapak tangan.

Tapi ketika sudah pake, seneng! Jadi tambah keren, bola matanya lebih keliatan besar dan natural, tanpa terlihat galak.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kalau kena cahaya terang, ataupun waktu di luar ruangan. Baru kelihatan deh gw pake softlens, warna caramelnya kentara tapi masih cukup natural.

Gw pake non stop dari jam pagi 5:00 sampe sore jam 18:00. Ga perih, ga gw kasi tetes mata juga seharian, nyaman deh.


 

Untuk bulu mata palsu, memang MUA akan sediain. Tapi, biasanya  yang mereka kasih tu bulu mata grosiran yang bentuknya rata, pas dipasang di mata jadi terlihat kecil atau malahan jadi aneh. Belum lagi kalau bulu mata palsunya kan pasti numpuk 2 atau tiga, kemudian mata kita sensitif akhirnya gatel – gatel trus mata merah, trus berair trus kedip kedip terus…wadooh, masa pas hajatan genit banget sama semua orang. no…no..no.

Jadi gw pikir, gw harus bawa bulu mata palsu sendiri, jadi gw bisa yakin dipakenya nyaman dan cocok buat mata gw.

Makanya, gw pakai bulu mata Lavie lash! (kok ini berasa kaya iklan yaah). Gw suka brand asli Indonesia ini, karena dari awal pertama mereka jualan, gw sudah coba dan enak banget dipakenya. Nyaman dan pas ukurannya tanpa perlu gw gunting lagi.

Favorit gw ada dua, Fleur dan Snowdrop. Yang MUA bilang bagus, ternyata si Fleur, karena efeknya ‘cat eyes’ (gw suka mata gw kebentuk cat eyes, wink). Jadilah si Fleur ditumpuk sama satu lagi bulu mata dari MUA dan enough! ga perlu tumpuk 3 atau 4 kaya rumah susun. Mata gw nyaman ga keberatan bulu mata, pheww.

Screen Shot 2016-06-24 at 5.35.02 PM.png

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

satu mata ga pake bulu mata palsu, langsung berasa “naked” dibandingkan dengan mata sebelah kanan, haha.

DSCF2921

Dua bulu mata palsu ditumpuk saja sudah cukup untuk bikin cetar looks

 

IMG_5649.jpg

tampak depan

 

DSCF3164.jpg

Gw gatau deh pake lem bulu mata apa yang si Sella pakein. Tapi sampai sesi foto sore, bulu matanya ‘mesra’ selalu sama mata gw, walaupun ni muka minyakan (emang ratu minyak!). Baik bulu mata dan softlense, awet abis sampe ga berasa gw pake. wohoooow.

 

 

Wink wink,

Mrs. Buni